A. FUNGSI KELENJAR TIROID
Kelenjar tiroid meruapakan kelenjar endonkrin yang menghasilkan hormon tiroksin, kalsitonin dan triodotironin. Dua hormon yang diawali huruf T tersebut berfungsi untuk metabolisme tubuh ketika berada di dalam darah, mengatur kecepatan pembakaran energi dalam tubuhdan juga berfungsi untuk membuat protein dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon yang lain. Akan tetapi, kinerja hormon tidak selalu berjalan seperti diharapkan orang. Terkadang reseptor (penerima sinyal) pada kelenjar tiroid mengalami gangguan.
B. TERDAPAT 2 JENIS GANGGUAN KELENJAR TIROID
- Hipertiroid, Pada dasarnya penderita hiperteroid ini memiliki metabolisme tubuh
sangat cepat, proses pembakaran tubuhpun berlangsung terus menerus
sehingga badan penderita penyakit hipertiroid cenderung kurus, meski
makannya banyak, kelenjar tiroid tetap saja memproduksi hormon tiroksin, sekalipun otak telah menghentikan keluarnya hormon TSH. Hal ini akan mengakibatkan hormon tiroksin berlebih, atau biasa disebut dengan hipertiroid. Gangguan Kelenejar Hipertiroid dapat menimbulakan tanda - tanda gejala diantaranya :
- merasa lapar meski telah makan banyak
- buang air besar sampai 2 – 3 kali sehari
- banyak mengeluarkan keringat
- timbul rasa gelisah
- sulit tidur
- mudah marah
- otot terasa lemas serta jantung berdegup kencang.
- Sedangankan Hipotiroid merupakan gangguan kelenjar tiroid, dimana tubuh hanya bisa memproduksi sedikit hormon tiroksin sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan tubuh, Hal ini berakibat metabolisme tubuh lambat sehingga menimbulakan gejala seperti :
- mudah sekali gemuk
- badan terasa letih
- mudah mengantuk
- tulalit
- mudah kedinginan
- gerakan tubuh lamban
- rambut rontok
- sembelit serta mudah mengalami stres
baca juga artikel Pengobatan Tradisional Kelenjar Tiroid
C. CARA MENGATASI GANGGUAN (KELAINAN) KELENJAR TIROID
Ada beberapa cara untuk mengatasi gangguan kelenjar tiroid, khususnya penderita hipertiroid, antara lain :
- Mengkonsumsi obat – obatan yang berperan untuk mengontrol kelenjar tiroid agar dapat mengurangi hormon tiroksin. Cara ini memang tidak beresiko, kecuali bagi mereka yang alergi. Tetapi cara ini memerlukan waktu cukup lama, kurang lebih 1 tahun dengan pengawasan dokter.
- menjalankan Operasi, Cara kedua dalam menangani gangguan kelenjar tiroid, khususnya hepertiroid adalah dengan melakukan operasi pengangkatan sebagian kelenjar tiroid. Hal ini dimaksudkan, agar jika kelenjar tiroid berkurang, maka produksi hormon tiroksin otomatis juga akan ikut berkurang. Akan tetapi, cara ini memiliki resiko. Karena jika kelinjar tiroid terlalu banyak diambil, hingga melebihi ambang batas, maka akan mengurangi produksi hormon tiroksin, sehingga justru akan mengalami hipotiroid. Sebaliknya, jika terlalu sedikit kelenjar tiroidnya diambil, maka tidak berpengaruh apa – apa. Artinya tetap saa hipertiroid. Di samping itu, resiko lain dari cara operasi adalah terangkatnya kelenjar paratiroid, karena letaknya sangat berdekatan dengan kelenjar tiroid. Manfaat kelenjar paratiroid adalah membantu sistem metabolisme kalsium. Jika sampai terangkat, penderita gangguan kelenjar tiroid tadi bisa kekurangan kalsium bahkan bisa sampai mengalami kejang. Resiko lainnya yaitu terangkatnya pita suara, karena letaknya juga berdekatan dengan kelenjar tiroid. Jika hal iru sampai terjadi, bisa mengakibatkan suara parau, hingga sulit dikembalikan.
- Cara ketiga mengatasi gangguan kelenjar tiroid, yakni hipertiroid adalah dengan mengkonsumsi kapsul yodium radioaktif. Kapsul tersebut berperan merusak kelenjar. Hanya saja, dalam meminumnya harus hati – hati, sesuai dosis anjuran dokter. Jika tidak, justru akan merusak kelenjar – kelenjar tubuh di luar kewajaran. Sehingga penderita hipertiroid akan berubah menjadi hipotiroid.

